Jika menulis hanya setengahnya dari jiwaku, setengahnya lagi digunakan untuk mengingat kenangan ^^

Merduk

Duduk sendiri di sana

Melihat pemandangan dalam setitik saja cahaya

Cahaya tersebut bisa saja meredup lepas lalu bergulingan pergi

Tidak meninggalkan bekas selain kata

Dan menangis histeris tanpa suara

Merduk 

Merunduklah

Di hadapan Tuhanmu

Tuhan yang mana? Yang selalu berselingan di belakang layar

Yang bisa tiba-tiba meniupkan nafas seperti bunyi raban

Pergi sajalah …

Posted
3 days ago
Kehilangan visus pada tata cara melihat Tuhan
Posted
3 days ago

Viabilitas

Tak adakah yang dapat mengerti bagaimana arti hidup

Hidup. Sejatinya adalah Tetap ada dan tidak hilang

Lalu jika begitu, untuk apa hidup?

Jika mati adalah pilihan terakhir, maka hidupku akan tetap hidup 

Dan ada sejoreng makna yang susah sekali diungkap

Berita seperti menjadi suatu ancaman yang menegang

Dan kehidupan seolah menjadi gulita sama sekali

Tak ada ruang untuk bersembunyi

Karena ruangan itu kini kosong, dan kehilangan pintu atau jendela

Aku ada di sudutnya

Lalu berpindah ke tengah

Lalu bergerak lagi ke depan

Begitulah seterusnya

Rasanya viabilitasnya tak lagi sama

Dan rasanya hanya aku yang merasakannya

Posted
3 days ago
Lelah untuk berkata aku lelah.
Posted
3 days ago

‘Titik logika’

Rasanya tak pernah sanggup lagi berdiri

Memaknai rasa atau logika

Aku berada di titik paling bawah

Titik yang paling rendah

Dan mereka semua hanya melihat ke bawah tanpa rasa

Aku tak tahu lagi apa itu rasa

Yang jejingkrakan di atas bumi

Yang setiap kali harus melukai titik logika

Aku sudah terseret begitu jauh

Sangat jauh ke tempat yang jauh

Dengan sombongnya aku berusaha untuk meraih Tuhan

Lalu berhenti di titik logika

Aku hanya merasa selalu kalah.

Posted
3 days ago

Rasanya tahun-tahun itu begitu lama sekali berlalu

Begitu lamanya hingga aku merasa hidup di bawah abad ke-21

Tahun di mana aku merasa bodoh, bodoh karena mencintai

Tahun di mana aku hanya bilang bahwa aku marah

Bukannya menjelaskan apa yang tidak kita ketahui bersama

Dan bukan hanya aku yang bodoh saat itu

Tapi memang kita yang bodoh

Hingga akhirnya tahun-tahun berlalu begitu saja dengan percuma

Tanpa kita lewati bersama, tanpa kita jelaskan pada hati masing-masing

Tentang arti kejujuran dan tentang arti ‘berhenti-memendam-perasaan’

Aku tahu bahwa di tahun ini, bukan hanya aku yang selalu menyesali

Tapi juga kamu …

Dan kuharap memang begitu.

Posted
1 week ago
TotallyLayouts has Tumblr Themes, Twitter Backgrounds, Facebook Covers, Tumblr Music Player and Tumblr Follower Counter
Tumblr Mouse Cursors
Pengingat Kenangan
Jika menulis hanya setengahnya dari jiwaku, setengahnya lagi digunakan untuk mengingat kenangan ^^

Merduk

Duduk sendiri di sana

Melihat pemandangan dalam setitik saja cahaya

Cahaya tersebut bisa saja meredup lepas lalu bergulingan pergi

Tidak meninggalkan bekas selain kata

Dan menangis histeris tanpa suara

Merduk 

Merunduklah

Di hadapan Tuhanmu

Tuhan yang mana? Yang selalu berselingan di belakang layar

Yang bisa tiba-tiba meniupkan nafas seperti bunyi raban

Pergi sajalah …

Posted
3 days ago
Kehilangan visus pada tata cara melihat Tuhan
Posted
3 days ago

Viabilitas

Tak adakah yang dapat mengerti bagaimana arti hidup

Hidup. Sejatinya adalah Tetap ada dan tidak hilang

Lalu jika begitu, untuk apa hidup?

Jika mati adalah pilihan terakhir, maka hidupku akan tetap hidup 

Dan ada sejoreng makna yang susah sekali diungkap

Berita seperti menjadi suatu ancaman yang menegang

Dan kehidupan seolah menjadi gulita sama sekali

Tak ada ruang untuk bersembunyi

Karena ruangan itu kini kosong, dan kehilangan pintu atau jendela

Aku ada di sudutnya

Lalu berpindah ke tengah

Lalu bergerak lagi ke depan

Begitulah seterusnya

Rasanya viabilitasnya tak lagi sama

Dan rasanya hanya aku yang merasakannya

Posted
3 days ago
Lelah untuk berkata aku lelah.
Posted
3 days ago

‘Titik logika’

Rasanya tak pernah sanggup lagi berdiri

Memaknai rasa atau logika

Aku berada di titik paling bawah

Titik yang paling rendah

Dan mereka semua hanya melihat ke bawah tanpa rasa

Aku tak tahu lagi apa itu rasa

Yang jejingkrakan di atas bumi

Yang setiap kali harus melukai titik logika

Aku sudah terseret begitu jauh

Sangat jauh ke tempat yang jauh

Dengan sombongnya aku berusaha untuk meraih Tuhan

Lalu berhenti di titik logika

Aku hanya merasa selalu kalah.

Posted
3 days ago

Rasanya tahun-tahun itu begitu lama sekali berlalu

Begitu lamanya hingga aku merasa hidup di bawah abad ke-21

Tahun di mana aku merasa bodoh, bodoh karena mencintai

Tahun di mana aku hanya bilang bahwa aku marah

Bukannya menjelaskan apa yang tidak kita ketahui bersama

Dan bukan hanya aku yang bodoh saat itu

Tapi memang kita yang bodoh

Hingga akhirnya tahun-tahun berlalu begitu saja dengan percuma

Tanpa kita lewati bersama, tanpa kita jelaskan pada hati masing-masing

Tentang arti kejujuran dan tentang arti ‘berhenti-memendam-perasaan’

Aku tahu bahwa di tahun ini, bukan hanya aku yang selalu menyesali

Tapi juga kamu …

Dan kuharap memang begitu.

Posted
1 week ago